BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Komunikasi
pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu
suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua
unsur pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana
pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi
dengan individu.
Proses
komunikasi, terdapat suatu pandangan baru yang memandang komunikasi sebagai
dialog interaktif antara perusahaan dan pelanggannya yang berlangsung selama
tahap prapenjualan, penjuala, konsumsi dan pascakonsumsi. Perusahaan harus
menanyakan tidak hanya “Bagaimana kita dapa mencapai pelanggan?” melainkan juga
“Bagaimana pelanggan bisa mencapai kita?”.
Mengidentifikasi
audiens sasaran, merupakan suatu proses
identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasaran.
Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan,
pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi keputusan.
Menentukan komunikasi pemasaran,setelah pasar sasaran dan persepsinya didentifikasi,
komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Pemasar mungkin menginginkan tanggapan kognitif
(cognitif), pengaruh (affective), atau perilaku
(behaviour). Artinya, pemasar mungkin ingin memasukan sesuatu ke dalam
pikiran konsumen, mengubah sikap konsumen, atau mendorong konsumen untuk
bertindak. Merancang pesan menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens,
komunikator selanjutnya mengembangkanpesan yang efektif.
Memilih
saluran komunikasi, pada Komunikator harus memilih saluran komunikasi yang
efisien untuk menyampaikan pesan. Dalam berbagai kasus, diperlukan banyak
saluran komuniaksi yanag berbeda. Pada
saluran komuniaksi ini dapat dibedakan menjadi dua yakni saluran komunikasi
personal dan saluran komuniaksi nonpersonal.
BAB II
PERMASALAHAN
- Apakah yang dimaksud dengan komunikasi?
- Bagaimanakah proses komunikasi itu?
- Bagaimana mengembangkan komunikasi yang efektif ?
- Apa
yang dimaksud dengan mengidentifikasi audiens,menentukan tujuan
komunikasi,merancang pesan dan memilih saluran komunikasi?
BAB IIIPEMBAHASAN1. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu. Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentranfer nilai-nilai (pertukaran) antara mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya. Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk dipasar. Konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut bauran promosi atau bauran pemasaran. Di dalam bauran pemasaran ini biasanya sering digunakan berbagai jenis promosi. Terdapat lima jenis promosi yang biasa disebut bauran pemasaran seperti yang dijelaskan diatas, penjualan tatap muka, humas, promosi penjualan, publisitas serta perusahaanan langsung. Komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat penting bagi perusahaan karena tanpa komunikasi konsumen maupun masyarakat secara keseluruhan tidak akan mengetahui keberadaan produk di pasar. Komunikasi pemasaran juga secara berhati-hati dan penuh perhitungan dalam menyusun rencana komunikasi perusahaanan. Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi akan sangat menentukan keberhasilan komunikasi, dengan penentuan sasaran yang tepat, proses komunikasi akan berjalan efektif dan efisien.Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh dengan proses komunikasi dalam ilmu komunikasi. Model komunikasi pemasaran meliputi sender atau disebut juga sumber (source). Pertama kali pesan komunikasi datang dari sumber. Dalam pemasaran sumber berarti pihak yang mengirim pesan pemasaran kepada konsumen.Pihak yang mengirim pesan tentu saja perusahaan.
Proses selanjutnya yaitu perusahaan menentukan bagaimana pesan itu disusun agar bisa dipahami dan direspons secara positif oleh penerima dalam hal ini konsumen. Pada proses tersebut ditentukan pula jenis komunikasi apa yang akan digunakan. Apakah pesan akan disampaikan melalui iklan, personal selling, promosi penjualan, publik relation atau pemasaran langsung. Proses enconding ini juga disebut sebagai proses menerjemahkan tujuan-tujuan komunikasi ke dalam bentuk-bentuk pesan yang akan dikirimkan kepada penerima. Proses selanjutnya yaitu menyampaikan pesan melalui media. Jika pesan dirancang dalam bentuk iklan, maka pesan harus disampaikan dalam bentuk media cetak atau media elektronik. Pesan yang disampaikan dalam media cetak akan berbeda bentuk dan strukturnya dengan pesan yang disampaikan dalam media elektronik. Pesan dalam media cetak biasanya bersifat detail dan menjelaskan karakteristik produk secara lengkap. Sedangkan pesan yang akan disampaikan dalam media elektronik seperti radio dan televisi tidak boleh secara detail menerangkan produk karena akan sangat memakan biaya. Proses penyampaian pesan melalui media ini disebut sebagai proses transmisi.
Pesan yang disampaikan melalui media akan ditangkap oleh penerima. Ketika pesan diterima, penerima akan memberikan respons terhadap pesan yang disampaikan. Respons yang diberikan bisa positif, negatif atau netral. Respon positif tentu saja adalah respons yang diharapkan oleh pengirim pesan. Respon positif identik dengan terjadinya keserasian antara harapan pengirim pesan dengan tanggapan penerima pesan. Dengan perkataan lain, pesan yang dirancang direspons sesuai dengan keinginan perancang pesan. Kesesuaian antara harapan pengirim dengan tanggapan penerima inilah yang diharapkan terjadi, karena hal ini akan mempengaruhi perilaku konsumen secara positif. Hal yang tidak diharapkan terjadi adalah respons negatif atau netral dari konsumen (penerima pesan), respon negatif ini terjadi karena tidak terjadinya keserasian antara harapan pengirim pesan dengan respons dilakukan oleh penerima.2. PROSES KOMUNIKASIDewasa ini terdapat suatu pandangan baru yang memandang komunikasi sebagai dialog interaktif antara perusahaan dan pelanggannya yang berlangsung selama tahap prapenjualan, penjualan, konsumsi dan pascakonsumsi. Perusahaan harus menanyakan tidak hanya “Bagaimana kita dapat mencapai pelanggan?” melainkan juga “Bagaimana pelanggan bisa mencapai kita?”. Pada tabel 18.1 menyebutkan sejumlah platform komunikasi. Berkat adanya terobosan teknologi, orang-orang sekarang dapat berkomunikasi melalui media tradisonal (surat kabar, radio, telepon, televisi), dan juga melalui bentuk-bentuk media yang lebih baru ( komputer, mesin,faks,ponsel dan, serta pager). Dengan menurunnya biaya komunikasi, teknologi baru tersebut telah mendorong lebih banyak perusahaan bergerak dan komunikasi massa ke komunikasi yang lebih ditargetkan dan dialog satu sama lain. Tetapi komunikasi perusahaan lebih dari sekedar platform komunikasi khusus yang terdaftar dalam tabel 18.1. Gaya dan harga produk, bentuk dan warna kemasan, cara dan pakaian wiraniaga, dekorasi tempat, perlengkapan kantor perusahaan semuanya mengkomunikasikan banyak hal kepada pembeli. setiap kontak merek memberikan kesan dan itu dapat menguatkan atau melemahkan pandangan pelanggan tentang perusahaan, keseluruhan bauran pemasaran harus dipadukan supaya dapat memberikan pesan yang konsisten dan penetapan posisi yang strategis. Untuk berkomunikasi secara efektif, pemasar perlu memahami unsur-unsur fundamental yang mendasari komunikasi yang efektif. Gambar 18.1 menunjukan suatu model komunikasi dengan sembilan unsur. Dua unsur yang merupakan pihak utama dalam komunikasi utama pesan dan media. Empat unsur yang merupakan fungsi komunikasi utama pengkodean (encoding), penguraian kode (decoding), tanggapan9response), dan upan balik (feedback). Unsur terakhir dalam sistem tersebut adalah komunikasi yang diharapkan. Model itu menakankan faktor-faktor penting dalam komunikasi yang efektif. Pengirim harus mengetahui siapa yang ingin dicapai dan tanggapan apa yang diinginkan.
Mereka harus mengkodekan pesan mereka dalam suatu cara dnegan mempertimbangkan bagaimana pendengar sasaran biasanya menguraikan kode pesan. Mereka juga harus mengirim pesan itu melalui media yang efisien guna mencapai pendengar sasaran dan membangun umpan balik untuk memantau tanggapan penerima atau pesan itu. Tugas pengirim adalah mengupayakan agar pesannya sampai kepada penerima. Pendengar sasaran mungkin tidak menerima pesan yang dimaksudkan, karena tiga alasan :a. Perhatian selektif (selective atention) : orang dibombardir oleh 1600 pesan iklan dalam sehari, 80 di antaranya diperhatikan secara sadar dan hanya sekitar 12 yang memancing reaksi. Dengan demikian, komunikator harus merancang pesan yang dapat menarik perhatian walaupun dikelilingi banyak gangguan. Perhatian selektif menjelaskan mengapa iklan dengan judul tercetak tebal yang menjanjikan sesuatu, seperti “Bagaimana Menjadi Jutawan?” memiliki kemungkinan besar untuk menarik perhatian.b. Penyimpangan selektif (selectivr disortion) : penerima akan mendengar apa yang sesuai dengan sistem keyakinan mereka. Akibatnya adalah penerima sering menambahkan hal-hal yang tidak terdapat pada pesan itu (levelling). Tugas komunikator adalah berusaha merancang pesan yang sederhana, jelas, menarik dan berulang-ulang agar inti pesan tersebut dapat diterima oleh penerima.c. Ingatan selektif (selective recall) : orang hanya akan menyampaikan sebagan kecil dari pesan yang diterimanya dalam ingatan jangka panjang. Jika sikap awal penerima terhadap obyek itu positif dan penerima tersebut mengulang-ulang argumen-argumen pendukungnya, pesan itu kemungkinan besar akan diterima dan selalu diingat. Jika sikap awal penerima itu negatif dan ia mengulang-ulang argumen-argumen penentangnya, pesan itu kemungkinan besar akan ditolak, tetapi akan tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Karena kebanyakan persuasi memerlukan adanya pengulangan pemikirannya sendiri oleh penerima, maka yang disebut persuasi sebenarnya adalah diri sendiri (self persuasion). Tugas pengirim adalah mengupayakan agar pesannya sampai kepada penerima.Elemen-elemen dalam proses komunikasi1. MENGIDENTIFIKAS AUDIENS SASARANProses identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasaran. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi keputusan. Audiens itu dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu, atau masyarakat umum. Audiens yang dituju tersebut akan sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa ayang akan dikatakan, bagaimana mengatakannya, kapan mengatakannya, dimana pesan tersebut akan disampaikan, dan kepada siapa pesan tersebut akan disampaikan.· Analisis CitraSebagian besar analisis atau audiens memerlukan penilaian citra pelanggan saat ini tentang perusahaan, produknya, dan pesaingnya. Citra adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek. Sikap dan tindakan orang terhadap suatu obyek sangat ditentukan oleh citra obyek tersebut2. MENENTUKA KOMUNIKASI PEMASARANSetelah pasar sasaran dan persepsinya didentifikasi, komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Pemasar mungkin menginginkan tanggapan kognitif (cognitif), pengaruh (affective), atau perilaku (behaviour). Artinya, pemasar mungkin ingin memasukan sesuatu ke dalam pikiran konsumen, mengubah sikap konsumen, atau mendorong konsumen untuk bertindak.3. MERANCANG PESANSetelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens, komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya, pesan itu harus menarik perhatian (attention), mempertahankan ketertarikan (interest), mengembangkitkan keinginan (desire), dan menggerakan tindakan (action). Dalam prakteknya, hanya sedikit pesan yang mampu membawa konsumen melakukan semua tahap kesadaran sampai tahap pembelian, tetapi kerangka kerja AIDA tersebut mengustruktur pesan), bagaimana ulkan mutu yang diharapkan dari tiap komunikasi. Memformulasikan pesan memerlukan pemecahan atas empat masalah : apa yang akan dikatakan (isi pesan), bagaimana mengtakannya secara logis (bagaimana mengatakannya secara simbolis (format pesan), dan siapa yang sehurusnya mengatakannya (sumber pesan).a. Isi PesanDalam menentukan isi pesan yang terbaik, manajemen mencari daya tarik, tema, ide atau usulan penjualan yang unik. Ada tiga jenis daya tarik : rasinal, emosional, dan moral. Daya tarik rasional membangkitkan minat seseorang. Daya btarik rasional menunjukkan bahwa produk tersebut akan menghasilkan manfaat seperti yang dikayakan. Contoh : pesan yang menunjukkan mutu, nilai, ekonomis, manfaat, atau kinerja suatu produk. diyakini secara luas bahwa pembeli industri paling responsif terhadap daya tarik rasional. Mereka memiliki pengetahuan tentang kelas produk, terlatih untuk mengenali nilai produk, dan bertanggung jawab kepada pihak lain atas pilihan mereka. Konsumen yang akan membeli produk yang mahal, cenderung akan mengumpulkan informasi dan memperkirakan manfaatnya.Daya tarik emosional, mencoba membangkitkan emosi positif atau negatif yang akan memotivasi pembelian. Pemasar mencari usulan pemasar emosional (Emotional Selling Propotion). Produk itu mungkin sama dengan produk pesaing, tetapi memiliki asosiasi unik yang dapat dipromosikan.Daya tarik moral diarahkan pada perasaan audiens tentang apa yang benar dan tepat. Daya tarik moral sering digunakan untuk mendorong orang yang mendukung masalah-masalah sosial. Seperti lingkungan hidup yang lebih bersih, hubungan antar ras yang lebih baik, persamaan hak bagi wanita, dan bantuan orang yang berkekurangan.b. Struktur PesanEfeltivitas suatu pesan tergantung pada struktur dan isi pesan. Penenlitiaan Hovland di Universitas Yale menyoroti isi pesan dan hubungan dengan kesimpulan, argumen sepihak (one-sided argument) versus argumen dua pihak (two-sided argumen), serta urutan penyajian. Beberapa hasil penelitian awal lebih mendukung pembuatan kesimpulan bagi audiens daripada membiarkan audiens menarik kesimpulan sendiri, namun penelitian yang lebih baru menunjukan bahwa iklan yang terbaik adalah iklan yanag mengajukan pertanyaan dan membiarkan para pembaca dan pemirsa menarik kesimpulan mereka sendiri. Penarikan kesimpulan mungkin dapat menyebabkan reaksi negatif jika komunikator dianggap tidak dapat dipercaya, atau isu itu terlalu sederhana atau sangat pribadi.c. Format PesanKomunikator harus mengembangkan format pesan yang kuat. Dengan iklan tercetak, komunikator harus memutuskan judul,kata-kata,ilustrasi, dan warna. Jika pesan disampaikan mealui radio, maka komunikator harus dengan teliti memilih kata, mutu, suara, dan vokalisasi. “suara” orang yang mempromosikan mobil bekas harus berbeda dengan suara yang mengiklankan Cadillac baru. Jika pesan disampaikan melalui televisi atau langsung secara pribadi, maka semua unsur tadi serta bahasa tubuh (isyarat nonverbal) harus direncanakan dahulu. Penyaji haarus memperhatikan ekspresi wajah,gerak isyarat,pakaian, postur, dan gaya rambut. Jika pesan disampaikan melalui produk atau kemasannya, maka komunikator harus memperhatikan warna, tekstur, aroma, ukuran, dan bentuk.d. Sumber PesanPesan yang disampaikan oleh sumber yang menarik atau terkenal akan lebih menarik perhatian dan mudah diingat. Itulah sebabnya mengapa pengiklan sering menggunakan orang-orang terkenal sebagai juru bicara. Penggunaan orang-orang terkenal akan efektif jika mereka dapat melambangkan atribut produk yang utama. Tetapi yang sama pentingnya adalah kredibilitas model iklan tersebut. Pesan yang disampaikan oleh sumber yang terpercaya akan lebih persuasif. Faktor-faktor apa yang melandasi kredibilitas sumber? Tiga faktor yang paling sering diidentifikasi adalah keahlian, kelayakan untuk dipercaya, dan kemampuan untuk disukai.4. Memilih Saluran KomunikasiKomunikator harus memilih saluran komunikasi yang efisien untuk menyampaikan pesan. Dalam berbagai kasus, diperlukan banyak saluran komuniaksi yanag berbeda. Misalnya, wiraniaga perusahaan farmasi jarang mendapatkan waktu 10 menit dari seseorang dokter yang sibuk. Penyajian mereka harus singkat, cepat, dan meyakinkan. Hal itu membuat penjualan produk farmasi menjadi sangat mahal dan industri farmasi harus memperkuat berbagai saluran komunikasi. Saluran komunikasi terdiri atas dua jenis, personal dan nonpersonal. Di dalam masing-masing jenis terdapat banyak sub-saluran1. Saluran Komunikasi PersonalSaluran komunikasi personal melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Mereka dapat berkomunikasi dengan cara tatap muka, satu orang berbicara dengan audiens, melalui telepon, atau melalui e-mail. Saluran komunikasi personal memperoleh efektivitasnya melalui peluang untuk mengindividualkan penyajian dan umpan balik. Perbedaan leboh lanjut dapat dilihat antara saluran-saluran komunikasi pendukung advokat), pakar, dan sosial. Saluran pendukung terdiri atas wiraniaga yang menghubungi pembeli di pasar sasaran. Saluran pakar terdiri atas para pakar indenpenden yang memberikan pernyataan kepada pembeli sasaran. Saluran sosial atas tetanggga, tema, anggota keluarga, dan perkumpulan yang berbicara kepada pembeli sasaran. Banyak perusahaan-perusahaan yang semakin menyadari kuatnya pengaruh dari “faktor ucapan” atau “ perkataan dari mulut ke mulut” yang berasal dari slauran pakar dan sosial dalam menciptakan bisnis baru. Mereka mencari berbagai cara untuk mendorong saluran-saluran agar memberikan rekomendasi terhadap produk atau jasa mereka.2. Saluran Komunikasi NonpersonalSaluran komunikasi nonpersonal mencakup media, atsmosfer, dan acara-acara khusus. Media terdiri atas media cetak (koran, majalah, surat langsung), media penyiaran (radio, televisi), dan media elektronik (pita video,pita audio,dan vidiodisk, CD-ROM,Web page), dan media pajangan (papan reklame, tanda reklame,poster). Sebagian besar pesan nonoperasional berasal dari media yang dibayar. Atsmosfer adalah “lingkungan yang dikemas” yang menciptakan atau memperkuat kecenderungan pembeli untuk membeli produk. jadi, kantor konsultan hukum didekorasi dengan karpet oriental dan perabot dari kayu supaya mampu mengkomunikasikan “kemapanan” dan “keberhasilan”. Hotel mewah akan menggunakan tempat lilin yang anggun, tiang dari pualam, dan hiasan-hiasan lainnya yang menenjukan kemewahan. Acara khusus adalah kejadian yang dirancang untuk mengkomunikasikan pesan tetentu kepada pelanggan sasaran. Departemen hubungan masyarakat mengadakan konferensi pers, pesta peresmian, dan mensponsori pertandingan olahraga untuk mendapatkan dampak komunikasi tertentu terhadap audiens sasaran. Walaupun komunikasi personal lebih efektif daripada komunikasi masal, media masa mungkin merupakan cara utama untuk mendorong komunikasi personal. Komunikasi masal mempengaruhi cara utama untuk mendorong komunikasi personal. Komunikasi masal mempengaruhi sikap dan perilaku personal melalui proses arus komunikasi dua-arah. Ide-ide sering mengalir dari radio, televisi, dan media cetak kepada para pemimpin opini dan kemudian kepada kelompok masyarakat yang kurang aktif. Arus komunikasi dua arah itu memiliki beberapa implikasi pertama, pengaruh media masa terhadap opini publik tersebut tidak selangsung, sekuat,dan seoptimis yang diperkirakan. Kedua, arus komunikasi dua- arah menentang pendapat bahwa gaya konsumsi orang-orang terutama dipengaruhi oleh “efek menete air mata ke bawah “(trickle down effect) atau menetes ke atas (trickle up) yang diciptakan oleh media masa. Ketiga, komunikasi dua-arah berarti bahwa komunikator masal harus mengarahkan pesannya secara khusus kepada para pemimpin opini dan membiarkan mereka menyampaikan pesan tersebut kepada orang-orang lain.STUDY KASUSSebagai salah satu wujud komitmennya dalam hal kepuasan pelanggan, Toyota selalu peduli akan kehadiran komunitas pelanggan Toyota dan selalu memberikan dukungan pada berbagai aktifitas mereka.
Tak berhenti di situ, Toyota juga berinisiatif mengadakan ajang ramah tamah antar komunitas untuk mengoptimalkan adanya komunikasi horizontal antar pelanggan, seperti kegiatan Halal Bihalal yang digelar Oktober lalu. Kali ini, demi lebih mempererat hubungan Toyota-komunitas dan antar komunitas, Toyota bersama 6 komunitas pelanggan bergabung dalam kegiatan 2 hari 1 malam bertajuk Toyota Community Gathering bertempat di Camp Hulu Cai-Ciawi, 8-9 November 2008.
Toyota Community Gathering diadakan pertama kali tahun ini, diikuti oleh lebih dari 125 orang dari 6 klub komunitas Toyota, yaitu Avanza Xenia Club (AXIC), Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI), Toyota Vios Club Indonesia (TVCI), Innova Community (IC) dan Soluna. Lebih dari 60 mobil Toyota terlibat dalam kegiatan ini.
“Toyota menyadari betul, saat ini yang dibutuhkan pelanggan tidak sekedar pelayanan dan produk berkualitas. Pelanggan juga menginginkan komunikasi 2 arah dengan pihak produsen, serta antar pelanggan itu sendiri. Kami bermaksud mengakomodir kebutuhan itu melalui Community Gathering,” papar Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan. “Kami bersyukur, upaya Toyota merangkul komunitas pelanggan juga telah mendapatkan pengakuan dari media, salah satunya dalam bentuk penghargaan ATPM Care for Community dari majalah Autobild Indonesia.”
Sebelum memulai perjalanan menuju Ciawi, peserta berkumpul di New Parts Center Toyota di Cibitung yang baru diresmikan pertengahan tahun ini. Di lokasi ini Toyota memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dari dekat fasilitas dan sistem baru yang dimiliki Toyota dalam hal penyediaan suku cadang kendaraan, yang pada akhirnya ditujukan bagi kepuasan pelanggan. Sedangkan di Camp Hulu Cai, akan diadakan sharing session serta aneka games outbound.
“Yang membedakan dengan ajang ramah tamah sebelumnya adalah adanya presentasi dan sharing session antar klub pada Sabtu malam dalam suasana api unggun yang akrab. Melalui kegiatan tersebut, komunitas Toyota dapat saling melakukan benchmark untuk peningkatan kualitas masing-masing klub. Sedangkan dengan mengikuti permainan outbound mereka dapat mempererat kerja sama tim,” tambah Johnny Darmawan. “Pada intinya, Toyota Community Gathering ini adalah kegiatan dari dan untuk komunitas Toyota. Kami hanya sebagai fasilitator saja,” tutupnya.
Toyota berharap kegiatan ini dapat mendukung semakin berkembangnya hubungan baik antar komunitas Toyota, serta memberikan inspirasi kepada pelaku bisnis dan pemasar lainnya, akan pentingnya memperhatian kebutuhan komunikasi horisontal antar pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar